
Presipitasi emas yang dipicu pirit tentukan pembentukan endapan emas berkualitas tinggi

Ilustrasi. (Albert Hyseni on Unsplash)
Presipitasi emas yang dipicu oleh pirit merupakan tahapan krusial dalam pembentukan endapan emas berkualitas tinggi, tetapi mekanisme dinamis antarmukanya sebelum ini masih belum jelas. Penelitian-penelitian sebelumnya sebagian besar mengandalkan analisis pascareaksi, sehingga sulit untuk menangkap proses presipitasi emas yang terjadi secara instan.
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) - Sekelompok peneliti China berhasil mengungkap proses pembentukan dinamis nanopartikel emas pada permukaan pirit (pyrite), demikian menurut sebuah artikel penelitian yang diterbitkan pada Kamis (22/1) di dalam jurnal PNAS.
Penelitian mereka menunjukkan bahwa "lapisan cair padat" yang unik pada antarmuka antara pirit dan air berperan sebagai "pabrik nano." Lapisan ini mendorong proses nukleasi, pertumbuhan, dan pengayaan emas, bahkan dalam cairan dengan konsentrasi emas yang sangat rendah, misalnya 10 bagian per miliar (parts per billion).
Temuan ini memberikan perspektif baru dalam memahami pembentukan bijih emas dari larutan encer yang mengandung emas.
Presipitasi emas yang dipicu oleh pirit merupakan tahapan krusial dalam pembentukan endapan emas berkualitas tinggi, tetapi mekanisme dinamis antarmukanya sebelum ini masih belum jelas. Penelitian-penelitian sebelumnya sebagian besar mengandalkan analisis pascareaksi, sehingga sulit untuk menangkap proses presipitasi emas yang terjadi secara instan.
Dalam upaya penelitian terbaru ini, tim kolaboratif yang dipimpin oleh Institut Geokimia Guangzhou Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), berhasil mengamati reaksi antara pirit dan larutan emas berkonsentrasi rendah secara waktu nyata (real time).
Hasilnya menunjukkan bahwa kurang lebih 13 menit setelah terjadi kontak, sebuah "lapisan cair padat" terbentuk di sekitar pirit. Sekitar 20 menit kemudian, nanopartikel emas mulai muncul di dalam lapisan tersebut, dengan jumlah dan ukurannya terus meningkat secara bertahap seiring waktu.
Pengamatan ini memberikan bukti penting untuk memahami bagaimana emas terbentuk pada antarmuka pirit-air.
Selain itu, temuan ini juga menyanggah pandangan tradisional bahwa "emas terutama berasal dari cairan hidrotermal yang dalam," dan membuka jalan baru untuk menjelaskan proses mineralisasi yang dipicu oleh nanopartikel di alam.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan sistem pemantauan satelit lingkungan ekologis
Indonesia
•
19 Apr 2023

Produsen baterai terkemuka China CATL luncurkan baterai ‘swappable’ baru
Indonesia
•
31 Dec 2024

Studi: Evolusi makhluk yang tumbuh besar terjadi 600 juta tahun yang lalu
Indonesia
•
02 Apr 2022

Ratusan bangau leher hitam habiskan musim dingin di China barat daya
Indonesia
•
04 Nov 2022


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
